Problem DKI jakarta

MASALAH-MASALAH YANG TERDAPAT DI IBU KOTA

Pada era saat ini sangat ramai di bincangkan tentang kepadatan penduduk yang ada di ibu kota yakini, di jakarta. Banyak rumor yang mengatakan bahwa untuk mencari pekerjaan di jakarta di ibaratkan seperti mencari jarum di atas jerami, Walau sebenarnya tidak juga seperti itu. Sebenarnya kalau di ambil dari segi pendidikannya, bisa juga seperti ibarat pepatah tersebut. Karena sebenarnya mau tidak mau untuk persyaratan menjadi tenaga kerja yang mapan, maka orang tersebut harus memiliki latar belakan pendidikan formal atau nonformal, terutama berpendidikan sampai tingkat perguruan tinggi. Karena di dunia kerja sangat di butuhkan pekerja yang ulet, cerdas, dan memiliki pengalaman pekerjaan yang baik. Sedangkan faktanya di jakarta masih banyak masyarakatnya yang tidak memiliki pekerjaan. Masalah ini sebenarnya didorong oleh bertambahnya penduduk yang tidak dapat terbendung lagi. Menurut trafik dari dinas kependudukan, hampir 500 pertambahan penduduk pertahunnya. Banyak diantaranya tidak memiliki keahlian sedikitpun, bukan mustahil kalau diantara mereka hanya dapat menjadi pekerja kasar di ibukota. Hal ini sering menimbulkan ke tidak seimbangan sosial di ibukota ini.

Dalam membangun negara yang maju sebaiknya harus ada sebuah struktur yang baik dan kokoh untuk mebangunnya. Seperti di dalam dunia IT. ‘seorang yang ahli dalam pembuat program yang handal hanya diminta untuk membuat sebuah langkah-langkah yang mudah untuk mengerjakan suatu pekerjaan dengan cepat. Di bidang IT secara tidak langsung juga dapat mengurangi pekerjaan untuk masyarakat karena pekerjaan yang biasa dikerjakan secara manual oleh manusia, tetapi disini pekerjaan manusia itu sendiri digantikan oleh mesin. sebaliknya jika seseorang memiliki sebuah skill khusus yang dapat diandalkan, maka tak ada masalah lagi untuk seseorang mendapat pekerjaan. Secara material alamnya indonesia kaya akan kekayaan alamnya, hanya manusianya yang kurang bisa memanfatkannya. Justru kebannyakan dari mereka merusaknya. Kalau saja alam di indonesia dapat diklola dengan baik, maka akan sangat banyak sumber hayati yang dapat diambil di dalamnya.


Dari tata nilai keindahan kota penduduk pula yang menyebabkan sebuah pemandangan yang tak enak dilihat diperkoatan. Dapat kita liat dari kehidupan masyarakat yang hidup dibantaran pingir sungai. Masalah yang timbul akibat sungai-sungai yang ada di jakarta tidak lain tidak bukan adalah banjir. Ironisnya walau banjir sudah menjadi tradisi di jakarta, tapi tetap saja banyak masyarakat yang membuang sampah kebantaran sungai. Jelas saja kalau sungai menjadi sering meluap karena aliran sungai yang deras tak terbendung. hal itu disebabkan pinggiran sungai yang menyempit akibat timbunan sampah. Sungai yang tadinya oleh pemerintah ingin dijadikan rute transportasi di air menjadi gagal dikarenakan masih banyaknya sungai yang kurang layak untuk dijadikan rute transportasi di air.

Cara yang terbaik untuk mengembangkan potensi penduduk adalah penduduk yang belum terdaftar dalam kartu tanda penduduk jakarta di kembalikan ketempat asal mereka, lalu di daerah-daerah di berikan program pendidikan gratis agar masyarakat yang tidak mampu mendapatkan hak-haknya. Sehingga potensi masyarakat yang kurang bermanfaat dapat dimaksimalkan menjadi tenaga kerja yang terampil nantinya.

CRIETED

BY    : WAHYU BERKAH WICAKSONO

About wahyu410

gunadarma university's student
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s