PENGERTIAN TRANSFER

1.Transfer

Pengertian  Transfer  menurut  Lukman  Dendawijaya  dalam  bukunya  yang  berjudul  Manajemen  Perbankan  (2001:29) “Transfer  adalah  jasa  yang  diberikan  bank  dalam  pengiriman  uang  antar  bank  atas  permintaan  pihak  ketiga  yang  ditunjuk  kepada  penerima  ditempat  lain.”

Transfer adalah suatu kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah dana tertentu sesuai dengan perintah si pemberi amanat yang ditujukan untuk keuntungan seseorang yang ditunjuk sebagai penerima transfer. Baik transfer uang keluar atau masuk akan mengakibatkan adanya hubungan antar cabang yang bersifat timbal balik, artinya bila satu cabang mendebet cabang lain mengkredit.

Menurut  Djumhana  dalam  bukunya  yang  berjudul  Hukum  Perbankan  diindonesia (1996:187) pengiriman  uang  atau  transfer  dari  dan  keluar  negeri  tersebut  menjadi  dua  macam

yaitu:

  1. kiriman  uang  keluar (out ward  transfer)  artinya  bank  menerima  amanat  dari  nasabah  didalam  negeri.
  2. kiriman  uang  masuk  (inward  transfer)  artinya  bank  menerima  amanat  dari  pihak  luar  negri  untuk  membayarkan  sejumlah  uang  kepada  pihak  tertentu  didalam  negeri (perusahaan, lembaga  atau  perorangan).

2. Jenis-Jenis Transfer

Ada 2 jenis transfer/kiriman uang ke Bank lain

  1. RTGS (Real Time Gross Settleman)
  2. Kliring LLG Kredit

RTGS

Adalah Kiriman /transfer ke Bank lain dari nominal Rp 1 s/d tak terbatas , yang waktu kirimnya sampai hari itu juga,.(bisa sampai 1 s/d 5 jam). Biayanya sekitar 20 rb-50 ribu tergantung Banknya). Waktunya mulai jam buka Bank sampai 14.00 atau 15.00 (tergantung banknya)

KLIRING LLG KREDIT

Adalah Kiriman /transfer ke Bank lain dari nominal Rp 1 s/d < Rp 100.000.000 ,(Untuk nominal ≥ Rp100.000.000 tidak bisa menggunakan kliring LLG tapi harus memakai RTGS) yang waktu kirimnya sampai 1hari sampai seminggu,.( Biayanya sekitar 5ribu -15 ribu tergantung Banknya). Waktunya mulai jam buka Bank sampai tutup Layanan (tergantung banknya). untuk layanan Kliring bisa juga lewat ATM , jadi tidak usah dateng ke Banknya, tapi syarat dan ketentuan berlaku.

3.  Mekanisme Dan Pelakunya

Pihak-pihak yang terkait dengan transaksi Transfer :

a.      REMITER/Applicant , yaitu pemilik dana (pengirim) yang akan memindahkan dananya melalui jasa pengiriman uang.

b.     BENEFICIARY, yaitu pihak akhir yang akan berhak menerima dana transfer dari drawee bank atau paying bank.

c.     REMITING BANK/ Drawer Bank, yaitu bank pelaku transfer atau bank yang menerima amanat dari nasabah untuk di

transfer kepada drawee atau bank tertarik yang kemudian diserahkan kepada penerima dana (beneficiary).

d.    PAYING BANK/Drawee Bank, yaitu bank yang menerima transfer masuk dari drawer bank untuk di teruskan / dibayarkan kepada beneficiar.

4. Cara Transfer

Cara melakukan transfer melalui ATM Bersama dengan bank tujuan MANDIRI:
1. Masukkan kartu ATM Anda
2. Masukkan PIN Anda
3. Pilih Transfer pada menu ATM

4. Pilih Transfer ke bank lain atau Transfer ke bank ATM Bersama

      5. Masukkan kode bank tujuan dan nomor rekening penerima.
Kode bank tujuan adalah 008 (BANK MANDIRI)
Nomor rekening penerima adalah Nomor Rekening Tujuan.

6. Masukkan jumlah dana yang akan ditransfer.
Pastikan kembali jumlah dana yang akan
ditransfer sebelum menekan tombol ‘Benar’

7. Pada layar berikut, pilih ‘Benar’ untuk melanjutkan transaksi.
Input data pada layar berikut tidak diperlukan. (Abaikan saja)

8. Layar ATM akan memunculkan data transaksi yang akan diproses.
Pilih ‘Ya’ apabila semua data sudah benar.

9. Mesin ATM akan mengeluarkan struk ATM sebagai bukti transaksi
10. Simpan struk ATM sebagaimana diperlukan.

| Leave a comment

manajement BANK ARGO

Laporan Keuangan Publikasi Bulanan
Neraca
PT BANK AGRONIAGA, TBK.
PLAZA GRI, JL. HR.RASUNA SAID BLOK X2 NO.1, JAKARTA 12950
Telp. 021-5262570

per  Juni 2009

(Dalam Jutaan Rupiah)

Pos-pos

 Bank

06-2009

AKTIVA
Kas

11,926

Penempatan pada Bank Indonesia

377,705

- Giro Bank Indonesia

112,918

- Sertifikat Bank Indonesia

264,787

- Lainnya
Giro pada Bank Lain

42,657

a. Rupiah

2,986

b. Valuta Asing

39,671

Penempatan pada Bank Lain
a. Rupiah
PPA - Penempatan pada bank lain -/-

(30)

b. Valuta Asing
PPA - Penempatan pada Bank Lain  -/-

(397)

Surat Berharga yang Dimiliki

11,477

a. Rupiah

11,477

     i. Diperdagangkan
    ii. Tersedia untuk Dijual

2,477

   iii. Dimiliki Hingga Jatuh Tempo

9,000

PPA - Surat berharga yang dimiliki -/-

(115)

b. Valuta Asing
     i. Diperdagangkan
    ii. Tersedia untuk Dijual
   iii. Dimiliki hingga Jatuh Tempo
PPA - Surat Berharga yang Dimiliki  -/-
Obligasi Pemerintah

57,942

a. Diperdagangkan
b. Tersedia untuk Dijual
c. Dimiliki hingga Jatuh Tempo

57,942

Tagihan atas Surat Berharga yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali (Reverse Repo)
a. Rupiah
PPA - Reverse Repo -/-
b. Valuta Asing
PPA - Reverse Repo -/-
Tagihan Derivatif
PPA - Tagihan Derivatif -/-
Kredit yang Diberikan

1,942,293

a. Rupiah

1,942,293

     i. Pihak Terkait dengan Bank

845

    ii. Pihak Lain

1,941,448

PPA - Kredit yang diberikan -/-

(88,973)

b. Valuta Asing
     i. Pihak Terkait dengan Bank
    ii. Pihak Lain
PPA - Kredit yang Diberikan -/-
Tagihan Akseptasi

29,730

PPA - Tagihan Akseptasi -/-

(256)

Penyertaan

298

PPA - Penyertaan -/-

(3)

Pendapatan yang Masih Akan Diterima

32,110

Biaya Dibayar Dimuka

21,170

Uang Muka Pajak

5,165

Aktiva Pajak Tangguhan

2,460

Aktiva Tetap

40,316

Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap -/-

(29,579)

Properti Terbengkalai
PPA - Properti terbengkalai -/-
Agunan yang Diambil Alih

51,835

PPA - Agunan yang diambil alih -/-

(16,766)

Aktiva Lain-lain

6,036

      TOTAL AKTIVA

2,497,001

PASIVA
Giro

357,920

a. Rupiah

337,474

b. Valuta Asing

20,446

Kewajiban Segera Lainnya

7,899

Tabungan

133,753

Simpanan Berjangka

1,565,175

a. Rupiah

1,557,591

     i. Pihak Terkait dengan Bank

54,538

    ii. Pihak Lain

1,503,053

b. Valuta asing

7,584

     i. Pihak Terkait dengan Bank
    ii. Pihak Lain

7,584

Sertifikat Deposito
a. Rupiah
b. Valuta Asing
Simpanan dari Bank Lain

10,814

Kewajiban pembelian kembali Surat Berharga yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali (Repo)
Kewajiban Derivatif
Kewajiban Akseptasi

29,730

Surat Berharga yang Diterbitkan
a. Rupiah
b. Valuta Asing
Pinjaman yang Diterima

114,332

    a. Rupiah

114,332

    b. Valuta Asing
Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi

640

Kewajiban Sewa Guna Usaha
Beban yang Masih Harus Dibayar

8,240

Taksiran Pajak Penghasilan

478

Kewajiban Pajak Tangguhan
Kewajiban Lain-lain

19,920

Pinjaman Subordinasi

3,780

Modal Pinjaman
Hak Minoritas
Ekuitas

244,320

a. Modal Disetor

241,306

b. Agio (disagio)

11,209

c. Modal Sumbangan
d. Dana Setoran Modal
d. Selisih Penjabaran Laporan Keuangan
e. Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap
f. Pendapatan Komprehensif Lainnya

(23)

g. Saldo Laba (rugi)

(8,172)

      TOTAL PASIVA

2,497,001


Laporan Keuangan Publikasi Bulanan
Laporan Laba Rugi dan Saldo Laba
PT BANK AGRONIAGA, TBK.
PLAZA GRI, JL. HR.RASUNA SAID BLOK X2 NO.1, JAKARTA 12950
Telp. 021-5262570

per  Juni 2009

(Dalam Jutaan Rupiah)

Pos-pos

Bank

06-2009

PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan Bunga
1.1 Hasil bunga

167,087

      a. Rupiah

166,754

      b. Valuta Asing

333

1.2 Provisi dan Komisi

3,759

      a. Rupiah

3,759

      b. Valuta Asing
Jumlah Pendapatan Bunga

170,846

Beban Bunga
2.1 Beban Bunga

117,399

      a. Rupiah

117,077

      b. Valuta Asing

322

2.2 Komisi dan Provisi

2,902

Jumlah Beban Bunga

120,301

Pendapatan Bunga Bersih

50,545

Pendapatan Operasional Lainnya
3.1 Pendapatan Provisi, Komisi, Fee

2,750

3.2 Pendapatan Transaksi Valuta Asing

39

3.3 Pendapatan Kenaikan Nilai Surat Berharga

2,135

3.4 Pendapatan Lainnya

178

Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya

5,102

Beban (Pendapatan) Penghapusan Aktiva Produktif

18,924

Beban Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi

236

Beban Operasional Lainnya
6.1 Beban Administrasi dan Umum

21,640

6.2 Beban Personalia

19,459

6.3 Beban Penurunan Nilai Surat Berharga
6.4 Beban Transaksi Valas
6.5 Beban Promosi

548

6.6 Beban Lainnya

3,250

Total Beban Operasional Lainnya

44,897

LABA (RUGI) OPERASIONAL

(8,410)

PENDAPATAN DAN BEBAN NON OPERASIONAL
Pendapatan Non Operasional

331

Beban Non Operasional

270

Pendapatan (Beban) Non Operasional

61

Pendapatan (Beban) Luar Biasa
LABA/RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN

(8,349)

Taksiran Pajak Penghasilan -/-
LABA/RUGI TAHUN BERJALAN

(8,349)

Laporan Keuangan Publikasi Bulanan
Komitmen dan Kontinjensi
PT BANK AGRONIAGA, TBK.
PLAZA GRI, JL. HR.RASUNA SAID BLOK X2 NO.1, JAKARTA 12950
Telp. 021-5262570

per  Juni 2009

(Dalam Jutaan Rupiah)

Pos-pos

Bank

06-2009

KOMITMEN
TAGIHAN KOMITMEN
Fasilitas Pinjaman yg Diterima dan Belum Digunakan
a. Rupiah
b. Valuta Asing
Lainnya

15,181

JUMLAH TAGIHAN KOMITMEN

15,181

KEWAJIBAN KOMITMEN
Fasilitas Kredit Kepada Nasabah yg Belum Ditarik

362,415

a. Rupiah

362,415

b. Valuta Asing
Irrevocable L/C yang Masih Berjalan Dalam Rangka Impor dan Ekspor

15,181

Lainnya

12,842

JUMLAH KEWAJIBAN KOMITMEN

390,438

JUMLAH KOMITMEN BERSIH

(375,257)

KONTINJENSI
TAGIHAN KONTINJENSI
Garansi yang Diterima

10,343

a. Rupiah
b. Valuta Asing

10,343

Pendapatan Bunga dalam Penyelesaian

112,592

a. Rupiah

112,592

b. Valuta Asing
Lainnya

113,539

JUMLAH TAGIHAN KONTINJENSI

236,474

KEWAJIBAN KONTINJENSI
Garansi yang Diberikan

23,855

a. Bank Garansi

23,855

    - Rupiah

13,512

    - Valuta Asing

10,343

b. Lainnya
Revocable L/C yang Masih Berjalan dalam Rangka Impor dan Ekspor
Lainnya
JUMLAH KEWAJIBAN KONTINJENSI

23,855

JUMLAH KONTINJENSI BERSIH

212,619

Laporan Keuangan Publikasi Bulanan
PT BANK AGRONIAGA, TBK.
PLAZA GRI, JL. HR.RASUNA SAID BLOK X2 NO.1, JAKARTA 12950
Telp. 021-5262570

Kualitas Aktiva Produktif dan Informasi Lainnya
per Juni  2009

(Dalam Jutaan Rupiah)

Pos-pos

06-2009

L

DPK

KL

D

M

Jumlah

AKTIVA PRODUKTIF
Penempatan pada Bank lain

46,073

46,073

Surat-surat Berharga kepada pihak ketiga dan BI

334,206

334,206

Kredit kepada pihak ketiga

1,790,024

22,361

2,228

453

124,089

1,939,155

 a. KUK

486,654

934

95

325

7,184

495,192

 b. Kredit yang direstrukturisasi

130,442

11,605

46

65,608

207,701

 c. Lainnya

1,172,928

9,822

2,087

128

51,297

1,236,262

Penyertaan pada pihak ketiga

20

20

 a. Pada perusahaan keuangan non-bank
 b. Dalam rangka restrukturisasi kredit
 c. Lainnya

20

20

Tagihan lain kepada pihak ketiga

29,730

29,730

Komitmen dan Kontinjensi kepada pihak ketiga

82,839

82,839

AKTIVA NON PRODUKTIF
Properti Terbengkalai
Agunan yang Diambil Alih

9,995

12,155

29,686

51,836

Rekening antar kantor dan suspense account
JUMLAH

2,292,887

22,361

14,383

30,139

124,089

2,483,859

PPA Produktif yang wajib dibentuk

24,024

2,639

17

64

63,670

PPA Non Produktif yang wajib dibentuk

100

1,823

14,843

16,766

Total PPA yang wajib dibentuk

24,124

2,639

1,840

14,907

63,670

16,766

PPA Produktif yang telah dibentuk

24,024

2,639

17

64

63,670

101,418

PPA Non Produktif yang telah dibentuk

100

1,823

14,843

16,766

Total PPA yang telah dibentuk

24,124

2,639

1,840

14,907

63,670

118,184

Persentase KUK terhadap total Kredit

25.58

| Leave a comment

LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK

LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK

Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank ( LKBB ) :

Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, secara langsung ataupun tidak langsung, menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat untuk kegiatan produktif

Usaha – Usaha yang dilakukan LKBB antara lain :

1.Menghimpun dana dengan jalan mengeluarkan kertas berharga

2.Sebagai perantara untuk mendapatkan kompanyon ( dukungan dalam bentuk dana ) dalam usaha patungan

3.Perantara untuk mendapatkan tenaga ahli

Peran – peran LKBB antara lain :

1.Membantu dunia usaha dalam meningkatkan produktivitas barang / jasa

2.Memperlancar distribusi barang

3.Mendorong terbukanya lapangan pekerjaan

 

Ruang Lingkup

 

Yang dimaksud Ruang lingkup dari LKBB adalah lembaga pembiayaan, Lembaga pembiayaan terdiri dari beberapa lembaga yaitu sewa guna usaha (leasing), modal  ventura, pembiayaan konsumen, jasa anjak piutang dan kartu plastik. Berikut jenis- jenis LKBB;

Jenis – Jenis LKBB :

1. Perusahaan Asuransi : perusahaan yang memberikan jasa-jasa dalam penanggulangan resiko

atas kerugian, kehilangan manfaat, dan tanggung jawab hukum pada  pihak  ketiga karena

peristiwa ketidakpastian

 

  • Polis Asuransi : surat kontrak pelaksanaan asuransi yang berupa kesepakatan kedua belah pihak.
  • Premi Asuransi : uang pertanggungan yang dibayar tertanggung kepada penanggung.
  • Keuntungan Asuransi :

 

Bagi Pemilik Asuransi : 

- keuntungan dari premi yang dibayar nasabah

- keuntungan dari hasil penyertaan modal ke perusahaan lain

- keuntungan dari hasil bunga investasi surat-surat berharga

 

Bagi Nasabah : 

- memberi rasa aman

- merupakan simpanan yang pada saat jatuh tempo dapat ditarik lagi.

- terhindar dari resiko kerugian.

- memperoleh penghasilan di masa datang.

- memperoleh penggantian akibat kerugian kerusakan atau kehilangan.

 

2. Perusahaan Dana Pensiun ( TASPEN ) : badan hukum yang mengelola dan menjalankan

program yang menjanjikan manfaat pensiun.

Manfaat Perusahaan Dana Pensiun :

-    Bagi perekonomian nasional : dana yang dihimpun dari iuran peserta dapat sebagai modal bagi dunia usaha

-    Bagi peserta : dana pensiun akan memberi jaminan pendapatan di hari tua

Manfaat bagi perusahaan :

- Loyalitas

- Kewajiban moral

- Kompetisi pasar tenaga kerja

Manfaat bagi karyawan :

- Rasa aman

- Kompensasi yang lebih baik

 

3. Koperasi Simpan Pinjam : menghimpun dana dari masyarakat dan meminjamkan kembali

kepada anggota atau masyarakat.

Modal Koperasi :

1. Simpanan Pokok   : dibayar sekali pada awal menjadi anggota.

2. Simpanan Wajib   : dibayar selama menjadi anggota dengan jangka waktu tertentu sesuai

keputusan rapat anggota.

3. Simpanan Sukarela : dibayar dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.

Landasan Koperasi :

1. Landasan Idiil : Pancasila

2. Landasan Struktural : UUD 1945 pasal 33 ayat 1

3. Landasan Operasional : UU no 25 tahun 1992

4. Landasan Mental : kesetiakawanan dan kesadaran

Keuntungan :

1. Tidak memakai jaminan

2. Angoota terhindar dari rentenir

3. Akhir tahun memperoleh SHU

4. Bursa Efek / Pasar Modal : tempat jual beli surat-surat berharga

1. Saham    : surat berharga dimana pemiliknya merupakan pemilik perusahaan

2. Obligasi : surat berharga yang merupakan instrumen utama perusahaan. Pemiliknya bukan

merupakan pemilik perusahaan

Keuntungan pasar modal :

  1. Menyediakan sumber pembiayaan jangka panjang untuk dunia usaha.
  2. Sarana untuk mengalokasikan sumber dana secara optimal bagi investor.
  3. Memungkinkan adanya upaya diversifikasi.

Kelemahan pasar modal :

  1. Mekanisme pasar modal yang cukup rumit menyulitkan pihak-pihak tertentu yang akan terlibat  di dalamnya.
  2. Saham pasar modal bersifat spekulatif sehingga dapat merugikan pihak tertentu.
  3. Jika kurs tidak stabil, maka harga saham ikut terpengaruh.

Manfaat bagi Investor :

  • Memperoleh deviden bagi pemegang saham
  • Memperoleh capital gain jika ada kenaikan harga saham
  • Memperoleh bunga bagi pemegang obligasi
  • Mempunyai hak suara dalam RUPS
  • Dapat dengan mudah mengganti instrumen investasi

Manfaat bagi Emiten :

  • Mendapatkan dana yang lebih besar
  • Perusahaan dapat lebih fleksibel dalam mengolah dana
  • Memperkecil ketergantungan terhadap bank
  • Besar kecilnya deviden tergantung besar kecilnya keuntungan
  • Tidak ada kewajiban yang terikat sebagai jaminan

Manfaat bagi Pemerintah :

  • Membantu pemerintah dalam mendorong perkembangan pembangunan
  • Membantu pemerintah dalam mendorong kegiatan investasi
  • Membantu pemerintah dalam menciptakan kesempatan kerja

 

 

 

 

 

5. Perusahaan Anjak Piutang : Badan Usaha yang melakukan kegiatan  pembiayaan dalam

    bentuk pembelian atau pengalihan serta pengurusan piutang.

 

Manfaat bagi klien :

  1. Peningkatan penjualan.
  2. Kelancaran modal kerja.
  3. Memudahkan penagihan hutang.
  4. Efisiensi usaha.

Manfaat bagi factor :

  1. Fee dari klien.

Manfaat bagi customer :

  1. Kesempatan untuk membeli secara kredit.
  2. Pelayanan penjualan yang lebh baik.

6. Perusahaan Modal Ventura : Modal ventura adalah suatu pembiayaan oleh suatu perusahaan

    kepada suatu perusahaan pasangan usahanya yang prinsip pembiayaannya adalah penyertaan modal.

Perusahan yang menerima penyertaan modal dinamakan Investee Company dan yang melakukan

penyertaan modal dinamakan perusahaan Ventura. Bentuk pembiayaannya tidak semata penyertaan

tapi juga obligasi dan pinjaman yang bersifat khusus dengan syarat pengembalian dan balas jasa yang

lebih lunak.

 

Keunggulan Modal Ventura :

1. Sumber dana bagi perusahaan baru.

2. Adanya penyertaan manajemen.

3. Keperdulian yang tinggi dari perusahaan modal Ventura.

4. Dengan adanya penyertaan modal,PPU dapat mencari bantuan modal dalam bentuk lain.

5. MV menaikkan pamor PPU.

6. PPU mendapat mitra baru yang dimiliki perusahaan modal ventura.

7. Mendukung usaha kecil yg berpotensi berkembang dan memperluas kesempatan kerja.

Kelemahan modal ventura :

  1. Jangka waktu pembiayaan yang relatif panjang
  2. Terlalu selektifnya perusahaan modal ventura dalam mencari perusahaan pasangan usaha
  3. Kontrol manajemen perusahaan pasangan usaha dapat diambil alih oleh perusahaan modal ventura apabila menunjukan gejala kegagalan.

Manfaat modal ventura :

  1. Keberhasilan Usaha Meningkat
  2. Efisiensi dalam Pendistribusian Barang
  3. Menigkatkan Bank-abilitas perusahaan
  4. Pemanfaatan Dana Perusahaan Menigkat
  5. Likuiditas Menigkat

7. Pegadaian : Suatu usaha yang memberikan pinjaman bagi nasabah dengan jaminan barang

                         Bergerak.

Tujuan Pegadaian :

1. Mencegah praktik ijon, riba, dan pinjaman tidak wajar

2. Turut melaksanakan dan menunjang pelaksanaan kebijakan program pemerintah di bidang

Ekonomi.

 

8. Perusahaan Sewa Guna / Leasing : pembelian secara angsuran, namun sebelum angsurannya

selesai (lunas), hak barang yang diperjualbelikan masih dimiliki oleh penjual.

Namun demikian, begitu kontrak leasing ditandatangani, segala fasilitas dan kegunaan barang

tersebut boleh digunakan oleh pembeli.

 

Menurut  keputusan Mentri keuangan, No. 1169/KMK.01/1991 tertanggal 21November 1991 tentang    kegiatan leasing atau sewa guna usaha, leasing adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal baik secara leasing dengan hak opsi maupun leasing tanpa hak opsi untuk  digunakan oleh lessee (pihak yang memperoleh pembiayaan barang modal dari lessor pemberi jasa   pembiayaan) selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran  berkala.

 

Manfaat Leasing :

  1. Menghemat modal
  2. Diversifikasi sumber-sumber pembiayaan
  3. Persyaratan lebih mudah dan fleksibel
  4. Biaya lebih murah

 

| Leave a comment

tugas makalah kejahatan komputer

PENDAHULUAN

Dewasa ini informasi tentang kejahatan pada dunia komputer khususnya jaringan Internet seperti serangan virus, worm, Trojan, Denial of Service (DoS), Web deface, pembajakan software, sampai dengan masalah pencurian kartu kredit semakin sering menghiasi halaman media massa. Kejahatan pada dunia komputer terus meningkat sejalan dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada bidang ini. Tantangan ini sebenarnya memang sudah muncul sejak awal. Kemunculan teknologi komputer hanya bersifat netral. Pengaruh positif dan negatif yang dihasilkan oleh teknologi komputer lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Pengaruh negatif yang berkembang dengan pesat dan merugikan banyak pengguna komputer diseluruh dunia adalah kejahatan komputer melalui jaringan internet atau yang biasa disebut dengan Cybercrime. Penulis membuat makalah ini dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang kejahatan komputer melalui jaringan internet, memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis kejahatan komputer serta bertujuan untuk memberikan solusi untuk mengantisipasi kejahatan komputer yang dilakukan melalui jaringan internet.
PEMBAHASAN

A. Kejahatan Komputer

1. Pengertian Kejahatan Komputer

Kejahatan Komputer adalah perbuatan melawan hukum yang dilakukan memakai komputer sebagai sarana/alat atau komputer sebagai objek, baik untuk memperoleh keuntungan ataupun tidak, dengan merugikan pihak lain. Kejahatan yang berhubungan erat dengan penggunaan teknologi yang berbasis utama komputer dan jaringan telekomunikasi ini dalam beberapa literatur dan prakteknya dikelompokkan dalam beberapa bentuk, antara lain:

1. Illegal Access / Akses Tanpa Ijin ke Sistem Komputer
Dengan sengaja dan tanpa hak melakukan akses secara tidak sah terhadap seluruh atau sebagian sistem komputer, dengan maksud untuk mendapatkan data komputer atau maksud-maksud tidak baik lainnya, atau berkaitan dengan sistem komputer yang dihubungkan dengan sistem komputer lain. Hacking merupakan salah satu dari jenis kejahatan ini yang sangat sering terjadi.

2. Illegal Contents / Konten Tidak Sah
Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum.

3. Data Forgery / Pemalsuan Data
Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scriptless document melalui internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi salah ketik yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku.

4. Spionase Cyber / Mata-mata
Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap saingan bisnis yang dokumen ataupun data-data pentingnya tersimpan dalam suatu sistem yang computerized.

5. Data Theft / Mencuri Data
Kegiatan memperoleh data komputer secara tidak sah, baik untuk digunakan sendiri ataupun untuk diberikan kepada orang lain. Identity theft merupakan salah satu dari jenis kejahatan ini yang sering diikuti dengan kejahatan penipuan (fraud). Kejahatan ini juga sering diikuti dengan kejahatan data leakage.

6. Misuse of devices / Menyalahgunakan Peralatan Komputer
Dengan sengaja dan tanpa hak, memproduksi, menjual, berusaha memperoleh untuk digunakan, diimpor, diedarkan atau cara lain untuk kepentingan itu, peralatan, termasuk program komputer, password komputer, kode akses, atau data semacam itu, sehingga seluruh atau sebagian sistem komputer dapat diakses dengan tujuan digunakan untuk melakukan akses tidak sah, intersepsi tidak sah, mengganggu data atau sistem komputer, atau melakukan perbuatan-perbuatan melawan hukum lain.

Contoh kejahatan computer : Pemalsuan kartu kredit, perjudian melalui komputer, pelanggan terhadap hak cipta, dll.

2. Faktor- faktor Penyebab Kejahatan Komputer

Beberapa faktor yang menyebabkan kejahatan komputer makin marak dilakukan antara lain adalah:
• Akses internet yang tidak terbatas.
• Kelalaian pengguna komputer. Hal ini merupakan salah satu penyebab utama kejahatan

komputer.
• Mudah dilakukan dengan resiko keamanan yang kecil dan tidak diperlukan peralatan yang

super modern. Walaupun kejahatan komputer mudah untuk dilakukan tetapi akan sangat

sulit untuk melacaknya, sehingga ini mendorong para pelaku kejahatan untuk terus

melakukan hal ini.
• Para pelaku merupakan orang yang pada umumnya cerdas, mempunyai rasa ingin tahu yang

besar, dan fanatik akan teknologi komputer. Pengetahuan pelaku kejahatan komputer

tentang cara kerja sebuah komputer jauh diatas operator komputer.
• Sistem keamanan jaringan yang lemah.
• Kurangnya perhatian masyarakat. Masyarakat dan penegak hukum saat ini masih memberi

perhatian yang sangat besar terhadap kejahatan konvesional. Pada kenyataannya para

pelaku    kejahatan komputer masih terus melakukan aksi kejahatannya.
• Belum adanya undang-undang atau hukum yang mengatur tentang kejahatan komputer.

B. Hacker Dan Cracker

1. Pengertian Hacker
Hacker adalah sekelompok orang yang menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software. Ada juga yang bilang hacker adalah orang yang secara diam-diam mempelajari sistem yang biasanya sukar dimengerti untuk kemudian mengelolanya dan men-share hasil ujicoba yang dilakukannya. Hacker tidak merusak sistem.
Beberapa tingkatan hacker antara lain :
• Elite
Mengerti sistem luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya, effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut sebagai ‘suhu’.
• Semi Elite
Mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya), kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.
• Developed Kiddie
Kebanyakkan masih muda & masih sekolah, mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
• Script Kiddie
Kelompok ini hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari GUI, hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.
• Lamer
Kelompok ini hanya mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi hacker sehingga lamer sering disebut sebagai ‘wanna-be’ hacker, penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS, suka menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya.

Hacker juga mempunyai kode etik antara lain sebagai beikut :
o Mamapu mengakses komputer tanpabatas dan totalitas.
o Tidak percaya pada otoritas artinya memperluas desentralisasi
o Pekerjaan semata-mata demi kebenaran informasi yang harus disebar luaskan

2. Pengertian Cracker
Cracker adalah sebutan untuk orang yang mencari kelemahan system dan memasukinya untuk kepentingan pribadi dan mencari keuntungan dari system yang di masuki seperti: pencurian data, penghapusan, dan banyak yang lainnya.
Ciri-ciri seorang cracker adalah :
o Bisa membuat program C, C++ atau pearl
o Mengetahui tentang TCP/IP
o Menggunakan internet lebih dari 50 jam perbulan
o Mengetahaui sitem operasi UNIX atau VMS
o Mengoleksi sofware atau hardware lama
o Lebih sering menjalankan aksinya pada malam hari kare tidak mudah diketahui orang lain
o dll

Penyebab cracker melakukan penyerangan antara lain :
o Kecewa atau balas dendam
o Petualangan
o Mencari keuntungan
o Dll

3. Perbedaan Hacker dan Craker
a) Hacker
o Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji situs Yahoo! dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna.
o Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi

siapa saja.
o Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama

ilmu pengetahuan dan kebaikan.

b) Cracker
o Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif

atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagia contoh : Virus, Pencurian

Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web

Server.
o Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.
o Mempunyai situs atau cenel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang

bisa mengaksesnya.
o Mempunyai IP yang tidak bisa dilacak.

C. Spyware Dan Spam

1.Spyware
Spyware adalah Spyware adalah aplikasi yang membocorkan data informasi kebiasaan atau

perilaku pengguna dalam menggunakan komputer ke pihak luar tanpa kita sadari. Jenis

spyware sangat banyak, ada yang hanya bertugas merotasi tampilan iklan pada software, ada

yang menyadap informasi konfigurasi komputer kita, ada yang menyadap kebiasaan online

kita, dan sebagainya. Spyware sebenarnya tidak berbahaya, karena hanya difungsikan untuk

memata matai computer seseorang setelah berkunjung. Sayangnya semakin hari semakin

berkembang, bahkan spyware sudah dijadikan alat untuk mencari data pribadi pada sebuah

computer. Dan diam diam mengunakan koneksi internet anda tanpa diketahui dan computer

sudah menjadi mata-mata tanpa diketahui pemiliknya.

Ada beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk mengatasi spyware :
o Lakukan windows update secara rutin
o Install anti-spyware seperti ad ware dan selalu update anti-spyware.
o Apabila saat browsing keluar pop-up windows atau iklan jangan diklik tapi langsung tutup

saja windows tersebut.
o Hindari mengakses situs-situs yang tidak jelas atau situs-situs crack.

2. Spam
Spam adalah Segala pesan, email atau bahkan komentar yang sama atau sejenis, yang biasanya sering dijadikan berisi pesan promosi; dan disebarkan ke banyak [secara massal], baik secara manual atau menggunakan aplikasi dan tidak diharapkan kehadirannya oleh si penerima atau dibenci karena isinya yang cenderung tidak menarik atau dianggap tidak penting.
Tujuan orang-orang yang tidak kita kenal mengirim spam antara lain :
o Media publiksi dan promosi
o Media penyebaran virus & worm
Dampak dari spam adalah
o Virus trojan menyusup dalam e-mail spam bisa menjadi masalah pada komputer
o Biaya koneksi membengkak akibat spam
o Harddisk jadi cepat penuh karena spam (sampah) yang terpakai

Cara mangatasi spam adalah
o Install anti spam
o Gunakan firewall bawaan OS dan personal firewall
o Gunakan fasilitas mail filtering yang ada di Outlook Express
o Abaikan segala macam e-mail spam dan langsung hapus jika ada subjek yang tidak dikenal.

PENUTUP

1.Kesimpulan
Berbagai persoalan yang telah penulis sampaikan di atas hanya sekelumit dari berbagai permasalahan tentang kejahatan pada komputer khususnya di era internet. Namun, berbagai teori dan kasus kejahatan yang telah disampaikan di atas setidak tidaknya telah membuka wawasan kita bahwa Internet sebagai sebuah media ternyata tidak dapat “membebaskan diri” dari kejahatan. Dalam perkembangannya saat ini internet malah menjadi media yang sangat efektif bagi perkembangan kejahatan bentuk baru yang dikenal dengan nama cybercrime. Tentu, permasalahan ini haruslah dicarikan solusi, sehingga internet dapat dimanfaatkan secara maximal bagi kehidupan umat manusia. Karena itulah, sistem hukum yang efektif telah menjadi tembok akhir bagi pencari keadilan untuk meminimumkan berbagai kejahatan di Internet. Namun, sistem hukum tidak dapat effektif bekerja bila masyarakat yang dirugikan masih saja menutup diri dalam belenggu bahwa penegakkan hukum akan selalu menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar lagi. Kemajuan teknologi menyebabkan munculnya dampak negatif yang diakibatkan oleh kesalahan pemanfataan dari perkembangan teknologi tersebut. Hal ini tidak dapat dihindari dengan menekan perkembangan teknologi yang terus meninggkat setiap harinya. Internet merupakan jaringan komputer terbesar didunia yang membebaskan setiap orang untuk mengaksesnya. Oleh karena itu kejahatan komputer hanya merupakan kejahatan yang dapat dilakukan oleh setiap orang yang memiliki keahlian dibidang komputer dan keamanan jaringan.

DAFTAR PUSTAKA

http://payakumbuh.org/komputer-and-networking/44-menjadi-hacker-atau-cracker.html

http://mazpram.blogspot.com/2008/06/kejahatan-komputer.html

http://fleahlit.web.id/category/programing/java-programing/

http://userstyles.org/styles/site/facebook.com

sumber : http://tkjwiqbalpayakumbuh.blog.com

| Leave a comment

Contoh Laporan Keuangan perusahaan

LAPORAN KEUANGAN (FINANCIAL STATEMENT)

Sebelum pembahasan mengenai laporan keuangan, ada hal penting yang harus dipahami   terlebih   dahulu,   yaitu  Jenis-jenis   perusahaan.   Karena   perbedaan   jenis perusahaan berpengaruh kepada format dan perkiraan-perkiraan  yang digunakan dalam laporan.

JENIS-JENIS PERUSAHAAN

Jenis-jenis perusahaan  berdasarkan  pemilikan dan status hukum dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :

1. Perusahaan Perseorangan adalah perusahaan yang dimiliki oleh perseorangan dan biasanya     status     hukum     perusahaan     berbentuk     UD     (usaha     dagang),     CV (commanditaire verschop), PD (perusahaan dagang) dan sebagainya.

2.  Perseroan Terbatas (PT) adalah perusahaan yang modalnya terbagi atas saham-saham yang dimiliki  oleh banyak  orang, yang disebut  pemegang  saham.  Status  hukum  PT harus mendapat pengesahan Menteri Kehakiman RI.

selanjutnya perlu dipahami adalah jenis perusahaan dilihat dari bidang usaha, yang mana terbagi atas 3 macam, yaitu :

1.  Perusahaan  Jasa (Service Company),  yaitu perusahaan  yang bergerak  dalam  bidang penjualan  jasa keahlian.  Contoh  seperti  kantor  akuntan  publik,  usaha  salon,  usaha bengkel,  bank,  asuransi,  lembaga  pendidikan,  sekolah,  universitas,  klinik  dokter, kantor notaris, perusahaan leasing, rumah sakit, usaha rental mobil, jasa pengurusan surat-surat, usaha jasa pengiriman,dan sebagainya.

2.  Perusahaan Dagang (Trading Company), yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang membeli dan menjual barang dagangan. Contoh  seperti showroom atau dealer motor, apotik, toko elektronika, toko grosir, supermarket,  minimarket, toko sparepart,   toko pakaian, distributor, dan sebagainya.

3.  Perusahaan  Industri          (Manufacture),  yaitu  perusahaan  yang  mengolah  bahan  baku menjadi barang jadi dan kemudian menjual hasil produksi. Contoh seperti restaurant, usaha  catering,  kerajinan  mebel, usaha  furniture,  pabrik  semen,  pabrik  pasta  gigi, pabrik permen/coklat, pabrik lampu pijar, dan usaha home industri lainnya.

PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN

Laporan  keuangan  adalah  sekumpulan  informasi  keuangan  perusahaan  dalam suatu  periode  tertentu  yang  disajikan  dalam  bentuk  laporan  sistematis  yang  mudah dibaca dan dipahami oleh semua pihak yang membutuhkan.

UNSUR LAPORAN KEUANGAN

Unsur utama Laporan Keuangan terdiri dari :

1.  Laporan Laba Rugi ( Income Statement )

2.  Laporan  Perubahan  Ekuitas  (untuk  perusahaan  perseorangan)  (Capital  Statement)

atau

Laporan Saldo Laba (untuk perseroan terbatas) (Retained Earning Statement)

3.  Neraca ( Balance Sheet )

4.  Laporan Arus Kas ( Cash Flow Statement )

5.  Catatan Atas Laporan Keuangan

Untuk lebih jelasnya, berikut ini diuraikan gambaran singkat dan bentuk umum masing- masing unsur laporan keuangan diatas.

LAPORAN LABA RUGI ( Income Statement )

Laporan  laba  rugi  adalah  suatu  laporan  sistematis  yang  menggambarkan  hasil operasi perusahaan  dalam  suatu  periode  waktu  tertentu.  Hasil  operasi  perusahaan diperoleh dengan cara membandingkan antara penghasilan yang diperoleh dengan beban- beban yang telah dikeluarkan untuk memperoleh penghasilan tersebut. Mempertemukan penghasilan  dengan  beban  yang  dikeluarkan  untuk memperoleh  penghasilan  tersebut dalam akuntansi disebut dengan prinsip ‘Matching’.

BENTUK LAPORAN LABA RUGI

Ada 2 (dua) macam bentuk Laporan Laba Rugi, yaitu  Bentuk Single Step dan Multi Step. Dalam praktik pembukuan perusahaan di Indonesia, bentuk Multi Step yang lebih sering digunakan.

Contoh : Laporan Laba Rugi (Bentuk Multi Step)  - Perusahaan Jasa

‘NAMA PERUSAHAAN JASA’

LAPORAN LABA RUGI

Untuk periode berakhir pada tanggal 31 Desember 2004

Pendapatan Usaha                                                                                                                  Rp. 50.000.000,-

Beban Usaha :

o o Beban gaji karyawanBeban sewa kantor Rp. 8.000.000,- Rp. 4.000.000,-
o

o

Beban listrik, telepon dan air

Beban penyusutan Beban lain-lain Jumlah beban usaha

Rp. 2.000.000,-

Rp. 2.000.000,- Rp. 1.000.000,-

Rp. 19.000.000,-

Laba Usaha                                                                                                                             Rp.31.000.000,-

Pendapatan Luar Usaha :

o   Pendapatan bunga                                Rp. 1.000.000,-

o   Pendapatan jasa giro                           Rp.    500.000,-

Jumlah pendapatan luar usaha                                                            Rp.   1.500.000,-

Beban Luar Usaha :

o   Beban bunga pinjaman                        Rp.      800.000,-

o   Denda keterlambatan                          Rp.    200.000,-

o   Jumlah biaya luar usaha                                                    Rp.   1.000.000,-

Pendapatan / Biaya luar usaha                                                                                             Rp.      500.000,-

Laba bersih sebelum pajak                                                                                               Rp.31.500.000,- Pajak penghasilan badan (PPh ps 29) – lampiran                                                                     Rp.  4.500.000,-

Laba bersih setelah pajak                                                                                                 Rp.27.000.000,-

Contoh : Laporan Laba Rugi ( Bentuk Multi Step ) – Perusahaan Dagang

‘NAMA PERUSAHAAN DAGANG’

LAPORAN LABA RUGI

Untuk periode berakhir pada tanggal 31 Desember 2004

Penjualan kotor (bruto)Retur penjualan Rp.   2.000.000,- Rp. 80.000.000,-
Penjualan bersih (neto) Rp.   3.000.000,-Rp. 77.000.000,-
Harga pokok penjualan :Persediaan barang dagangan (awal) Rp. 25.000.000,-Rp. 40.000.000,-
Pembelian barang daganganOngkos angkut pembelian Rp.   1.500.000,-

Potongan penjualan                                                     Rp.   1.000.000,-

Retur pembelian            Rp. 2.000.000,-

Potongan pembelian                                                   Rp.    1.000.000,-

Pembelian bersih Rp. 38.500.000,-
Barang siap dijual Rp. 63.500.000,-
Persediaan barang dagangan (akhir) Rp. 33.500.000,-
Harga pokok penjualan Rp. 30.000.000,-
Laba kotor Rp. 47.000.000,-

(Rp. 3.000.000,-)

Laba kotor    (pindah dari halaman sebelumnya)Beban Usaha :Beban penjualan :o   Beban gaji karyawan penjualan Rp. 3.000.000,-Rp. 2.500.000,- Rp. 47.000.000,-
o   Beban promosiBeban penjualan    lain-lainBeban administrasi & umum: Rp. 500.000,-
o   Beban gaji karyawan kantoroBeban sewa kantor Rp. 2.000.000,-Rp. 4.000.000,-
o   Beban listrik, telepon dan airoBeban penyusutanBeban lain-laino   Jumlah beban usaha Rp. 2.000.000,-Rp. 2.000.000,-Rp. 1.000.000,- Rp. 19.000.000,-
Laba Usaha Rp. 28.000.000,-
Pendapatan Luar Usaha :
o   Pendapatan bungao   Pendapatan jasa giro Rp. 1.000.000,-Rp.    500.000,-

Jumlah pendapatan luar usaha                                               Rp.   1.500.000,-

Beban Luar Usaha :

o   Beban bunga pinjaman                                       Rp.      800.000,-

o   Denda keterlambatan                                          Rp.    200.000,-

Jumlah biaya luar usaha                                                           Rp.   1.000.000,-

Pendapatan / Biaya luar usaha                                                                                             Rp.      500.000,-

Laba bersih sebelum pajak                                                                                               Rp.28.500.000,- Pajak penghasilan badan (PPh ps 29) – lampiran                                                                      Rp.  4.500.000,-

Laba bersih setelah pajak                                                                                                 Rp.24.000.000,-

Laporan Perubahan Ekuitas ( Capital Statements )

Contoh : Laporan Perubahan Ekuitas untuk Perusahaan Perseorangan

“NAMA PERUSAHAAN”

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Untuk periode berakhir pada tanggal 31 Desember 2004

Ekuitas  (awal)                                                                                                             Rp. 200.000.000,-

Laba bersih setelah pajak                                                     Rp. 24.000.000,-

Prive ( Drawing )                                                           Rp. 10.000.000,-

Penambahan modal                                                                                   Rp.   14.000.000,- Ekuitas (akhir)                                                                                                                            Rp. 214.000.000,-

Laporan Saldo Laba ( Retained Earning Statements )

Contoh : Laporan Saldo Laba untuk Perseroan Terbatas (PT)

“NAMA PERSEROAN TERBATAS”

LAPORAN SALDO LABA

Untuk periode berakhir pada tanggal 31 Desember 2004

Saldo Laba  (awal)                                                                                                     Rp. 200.000.000,-

Laba bersih setelah pajak                                                     Rp. 24.000.000,-

Deviden                                                                           Rp. 10.000.000,-

Penambahan Laba Ditahan Periode Berjalan                                    Rp.   14.000.000,-

Saldo Laba  (akhir)                                                                                                                Rp. 214.000.000,-

NERACA ( Balance Sheet )

Neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan, terdiri dari Aktiva (harta kekayaaan), Kewajiban dan Modal pada suatu tanggal tertentu.

Neraca merupakan bentuk resmi dari persamaan akuntansi. Judul neraca ditulis secara urut baris, dimulai dari :

Nama Perusahaan;

Neraca;

Tanggal Neraca ( “Per tanggal 31 Januari “)

Contoh : NERACA ( bentuk skontro )– Perusahaan Perseorangan Usaha Jasa

“NAMA PERUSAHAAN PERSEORANGAN”

N  E  R  A  C  A

Per tanggal 31 Desember 2004

Aktiva Lancar: Hutang Lancar:
Kas ditangan                                       15.000.000 Hutang usaha                                           81.000.000
Bank                                                      45.000.000 Hutang biaya                                               8.000.000
Deposito                                            100.000.000 Hutang pajak                                               2.000.000
Piutang usaha                                    60.000.000 Hutang bank                                              50.000.000
Piutang wesel                                     10.000.000 Uang muka penjualan                             10.000.000
Perlengkapan                                        3.000.000 Jumlah hutang lancar                           151.000.000
Biaya dibayar dimuka                         5.000.000
Pajak dibayar dimuka                       3.000.0000 Hutang Jangka Panjang:
Jumlah aktiva lancar                      241.000.000 Hutang bank                                            100.000.000
Investasi Jangka Panjang: Hutang hipotik                                         100.000.000
Saham                                                  30.000.000
Obligasi                                                50.000.000 Jumlah hutang jangka panjang          200.000.000
Jumlah Investasi Jk Panjang         80.000.000
Aktiva Tetap : Ekuitas:
Tanah                                                 200.000.000 Modal Pemilik                                        550.000.000
Bangunan                                          300.000.000
Kendaraan                                           50.000.000 Jumlah modal                                        550.000.000
Peralatan Kantor                                20.000.000
Furniture                                               10.000.000
Jumlah Aktiva Tetap                       580.000.000
JUMLAH AKTIVA                            901.000.000 JUMLAH KEWAJIBAN  & MODAL   901.000.000

Contoh : NERACA  ( bentuk skontro )– Perseroan Terbatas Usaha Dagang

“NAMA PERSEROAN TERBATAS”

N  E  R  A  C  A

Per tanggal 31 Desember 2004

Aktiva Lancar: Hutang Lancar:
Kas ditangan                                       15.000.000 Hutang dagang                                         81.000.000
Bank                                                      45.000.000 Hutang biaya                                               8.000.000
Deposito                                               50.000.000 Hutang pajak                                               2.000.000
Piutang dagang                                  60.000.000 Hutang bank                                              50.000.000
Piutang wesel                                     10.000.000 Uang muka penjualan                            10.000.000
Persediaan barang dagangan       53.000.000 Jumlah hutang lancar                           151.000.000
Biaya dibayar dimuka                          5.000.000 Hutang Jangka Panjang:
Pajak dibayar dimuka                          3.000.000 Hutang bank                                              30.000.000
Jumlah aktiva lancar                      241.000.000 Hutang hipotik                                           40.000.000
Aktiva Tetap : Hutang obligasi                                        50.000.000
Tanah                                                 200.000.000 Jumlah hutang jangka panjang          120.000.000
Bangunan                                          300.000.000
Kendaraan                                           50.000.000 Ekuitas:
Peralatan Kantor                                20.000.000 Modal saham                                          400.000.000
Furniture                                               10.000.000 Laba ditahan                                           150.000.000
Jumlah Aktiva Tetap                       580.000.000 Jumlah modal                                        550.000.000
JUMLAH AKTIVA                            821.000.000 JUMLAH KEWAJIBAN  & MODAL   821.000.000

LAPORAN ARUS KAS ( STATEMENT OF CASH FLOW )

Menurut PSAK No 2, Laporan arus kas adalah laporan yang memberikan informasi arus kas perusahaan sebagai dasar menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan dan menggunakan kas.

Komponen laporan:

- Kas, terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro bank

- Setara Kas, adalah investasi yang sifatnya sangat likuid yang segera dapat dijadikan kas.

- Arus Kas, adalah arus kas masuk dan arus kas keluar atau setara kas

- Aktivitas Operasi, adalah aktivitas penghasil utama pendapatan dan aktivitas lain yang bukan  investasi  dan     pendanaan.  Contoh:  penjualan  barang  dan  jasa,  penerimaan royalty,   fee,   komisi   atau   lainnya;  pembayaran   kepada   pemasok/supplier   atau karyawan.

- Aktivitas Investasi,  adalah aktivitas perolehan dan pelepasan  aktiva jangka panjang serta investasi lain. Contoh: pembelian aktiva tetap; penjualan tanah, bangunan, peralatan, dan sebagainya; uang muka dan pinjaman kepada pihak lain.

- Aktivitas Pendanaan, adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan. Contoh: penerimaan emisi saham, obligasi, pinjaman, wesel, hipotik atau lainnya; pembayaran kepada pemegang saham, pelunasan pinjaman, dan sebagainya.

Metode  yang  digunakan  untuk  menyusun  Laporan  Arus  Kas  adalah  Metode  Langsung

(Direct  Methods). Contoh:

“NAMA PERSEROAN TERBATAS”

LAPORAN ARUS KAS

Untuk periode berakhir pada tanggal 31 Desember 2004

Arus kas dari aktivitas operasi:

Penerimaan uang dari pelanggan xx
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan xx
Kas yang dihasilkan operasi xx
Pembayaran bunga (xx)
Pembayaran pajak penghasilan (xx)
Arus kas sebelum pos luar biasa xx
Penerimaan kas lain-lain (misal premi) xx
Arus kas bersih dari aktivitas operasi

xx

Sumber artikel; http://www.pdffactory.com  

create pdf by; irsan lubis, SE.Ak

| Leave a comment

Pengertian tata kerja,prosedur kerja dan sistem kerja ; juga analisis jabatan ,job description and job specification

Pengertian tata kerja,prosedur kerja dan sistem kerja ; juga analisis jabatan ,job description and job specification

1. PENGERTIAN TATA KERJA, PROSEDUR KERJA, SISTEM KERJA DAN CONTOHNYA

- Tata kerja
Tata kerja merupakan cara pekerjaan dengan benar dan berhasil guna atau bias mencapai tingkat efisien yang maksimal.
#contoh:

- Prosedur
Prosedur merupakan tahapan dalam tata kerja yang harus dilalui suatu pekerjaan baik mengenai dari mana asalnya dan mau menuju mana, kapan pekerjaan tersebut harus diselesaikan maupun alat apa yang harus digunakan agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan.

- Sistem
Sistem merupakan susunan antara tata kerja dengan prosedur yang menjadi
satu sehingga membentuk suatu pola tertentu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

- Contohnya :
- Stabilitas : maksudnya bahwa system, tata, dan prosedur kerja itu harus
mengandung unsur tetap sehingga menjamin kelancaran dan kemantapan
kerja.
- Fleksibilitas : artinya bahwa dalam pelaksanaanya tidak kaku tetapi harus
luwes yaitu masih memungkinkan diadakannya saling pergantian
tugas.
Contoh :
Salah seoerang tidak masuk atau kebetulan salah satu mesin macet, maka pekerjaan harus tetap dapat terlaksana dan diselesaikan.

2. ANALISA JABATAN, JOB DESCRIPTION, DAN JOB SPESIFICATION

- Analisa Jabatan
Analisa jabatan adalah suatu proses pemahaman yang mendalam tentang isi
dan karakteristik suatu jabatan. Uraian jabatan ( job description) pada
prinsipnya merupakan produk utama dari studi analisa jabatan.

- Job Description dan Job Requirement / Job Specification
Persyaratan jabatan merupakan hasil sampingan dari studi analisa jabatan dan
terpisah dari uraian jabatan sebagai produk utama analisa jabatan.
Isi dari jabatan uraian jabatan merupakan informasi tentang suatu jabatan
yang membedakannya dengan jabatan lainnya. Ciri khas uraian jabatan adalah
menggambarkan apa, mengapa, bagiamana, dan kapan / dimana jabatantersebut
ditempatkan dan dilaksanakan.
Sedangkan Job Requirment / Job Specification merupakan persyaratan utama
dari seseorang pemangku jabatan (job holder) untuk menduduki jabatan
tersebut.
Sedangkan isi dari persyaratan jabatan biasanya terdiri dari Pendidikan
Formal,Pengalaman Kerja, pelatihan, Persyaratan Fisik, Persyaratan
Psikologis, kemampuan khusus.

sumber: wikipedia.

| Leave a comment

Tata kerja, Prosedur kerja, dan Sistem kerja

Tata kerja, Prosedur kerja, dan Sistem kerja

Tata kerja, Prosedur kerja, dan Sistem kerja

Mengapa tata kerja, system kerja maupun prosedur kerja merupakan

satu kesatuan yang bulat, jelaskan secara singkat!

: ketiga – tiganya merupakan tindak lanjut dalam rangka

pelaksanaan suatu bidang pekerjaan tertentu.

Jelaskan perbedaan pengertian antara tata kerja, system kerja, dan

prosedur kerja. Dari ketiga kergiatan tersebut menurut saudara

mana yang paling penting?

: – Tata kerja

: merupakan cara pekerjaan dengan benar dan berhasil guna atau

bias mencapai tingkat efisien yang maksimal.

- Prosedur

: merupakan tahapan dalam tata kerja yang harus dilalui suatu

pekerjaan baik mengenai dari mana asalnya dan mau menuju mana,

kapan pekerjaan tersebut harus diselesaikan maupun alat apa yang

harus digunakan agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan.

- Sistem

: merupakan susunan antara tata kerja dengan prosedur yang menjadi

satu sehingga membentuk suatu pola tertentu dalam menyelesaikan

suatu pekerjaan.

Sebutkan prinsip – prinsip yang harus dipakai dalam penggunaan

tata kerja, system kerja, dan prosedur kerja. Apa kegunaan prinsip

– prinsip tersebut bagi pelaksanaan kegiatan ketiga hal tersebut.

: – Tata kerja, prosedur kerja, dan system kerja harus disusun

dengan memperharikan segi – segi tujuan, fasilitas, peralatan,

material, biaya, dan waktu yang tersedia serta segi luas, macam,

dan sifat dari tugas atau pekerjaan.

- Untuk mempersiapkan hal – hal itu dengan setepat – tepatnya maka

haruslah terlebih dahulu dipersiapkan adanya penjelasan tentang

tujuan pokok organisasi, skema, klasifikasi jabatan, analisa

jabatan, unsur kegiatan organisasi dan semacamnya.

- Pilih salah satu pokok bidang tugas yang akan dibuat bagan

prosedurnya.

Selanjutnya harus dibuat dan dijelaskan daftar dari tiap – tiap

detail pekerjaan yang harus dilakukan berikut lamanya waktu yang

diperlukan untuk melaksanakan bidang tugas yang termaksud.

- Dalam penetapan tahap demi tahap dalam rangkaian pekerjaan maka

antara tahap yang satu dengan tahap berikutnya harus betul – betul

terdapat saling hubungan yang sangat erat yang keseuruhannya

menuju kea rah satu tujuan.

- Dan tiap – tiap tahap itu harus betul – betul merupakan suatu

kerja yang nyata dan perlu untuk pelaksanaan dan penyelesaian

seluruh tugas atau pekerjaan yang dimaksud.

- Harus ditetapkan pula skill atau kecakapan dan keterampilan

tenaga kerja yang diperlukan untuk penyelesaian bidang tugas

termaksud. Jadi ini dimaksudkan untuk tidak memperpanjang prosedur

kerja.

- Tata kerja, procedur kerja, dan system kerja itu harus disusun

sedemikian rupa sehingga memiliki stabilitas dan fleksibilitas..

- Perlu diperhatikan bahwa penyusunan system, prosedur, dan tata

kerja harus selalu disesuaikan dewngan kemajuan jaman dan

teknologi, jadi haru dijaaga updateednessnya.

- Untuk penggambaran tentang penerapan sesuatu prosedur tertentu

sebaiknya dipergunakan tanda – tanda atau symbol dan skema atau

bagan prosedur dengan setepat – tepatnya.

- Untuk menjamin tata kerja, prosedur kerja, dan system kerja yang

setepat – tepatnya, maka adanya buku – buku pedoman ( manuals )

tentang hal – hal itu mutlak perlu dipersiapkan.

Mengapa dalam tata kerja, system kerja, dan prosedur kerja harus

selalu disusun untuk memiliki sifat stabilitas dan fleksibilitas.

Jelaskan dan beri contoh!

: – Stabilitas

: maksudnya bahwa system, tata, dan prosedur kerja itu harus

mengandung unsur tetap sehingga menjamin kelancaran dan kemantapan

kerja.

- Fleksibilitas

: artinya bahwa dalam pelaksanaanya tidak kaku tetapi harus luwes

yaitu masih memungkinkan diadakannya saling pergantian tugas.

Contoh :

Salah seoerang tidak masuk atau kebetulan salah satu mesin macet,

maka pekerjaan harus tetap dapat terlaksana dan diselesaikan.

Jelaskan pengertian updateness suatu penyusunan system, prosedur

dan tata kerja!

: Bahwa tata kerja, system kerja, dan prosedur kerja harus selalu

mengikuti perkembangan ( up to date ) dan kemajuan jaman dan

teknologi.

Mengapa tata kerja, system kerja maupun prosedur kerja merupakan

satu kesatuan yang bulat, jelaskan secara singkat!

: ketiga – tiganya merupakan tindak lanjut dalam rangka

pelaksanaan suatu bidang pekerjaan tertentu.

Jelaskan perbedaan pengertian antara tata kerja, system kerja, dan

prosedur kerja. Dari ketiga kergiatan tersebut menurut saudara

mana yang paling penting?

: – Tata kerja

: merupakan cara pekerjaan dengan benar dan berhasil guna atau

bias mencapai tingkat efisien yang maksimal.

- Prosedur

: merupakan tahapan dalam tata kerja yang harus dilalui suatu

pekerjaan baik mengenai dari mana asalnya dan mau menuju mana,

kapan pekerjaan tersebut harus diselesaikan maupun alat apa yang

harus digunakan agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan.

- Sistem

: merupakan susunan antara tata kerja dengan prosedur yang menjadi

satu sehingga membentuk suatu pola tertentu dalam menyelesaikan

suatu pekerjaan.

Sebutkan prinsip – prinsip yang harus dipakai dalam penggunaan

tata kerja, system kerja, dan prosedur kerja. Apa kegunaan prinsip

– prinsip tersebut bagi pelaksanaan kegiatan ketiga hal tersebut.

: – Tata kerja, prosedur kerja, dan system kerja harus disusun

dengan memperharikan segi – segi tujuan, fasilitas, peralatan,

material, biaya, dan waktu yang tersedia serta segi luas, macam,

dan sifat dari tugas atau pekerjaan.

- Untuk mempersiapkan hal – hal itu dengan setepat – tepatnya maka

haruslah terlebih dahulu dipersiapkan adanya penjelasan tentang

tujuan pokok organisasi, skema, klasifikasi jabatan, analisa

jabatan, unsur kegiatan organisasi dan semacamnya.

- Pilih salah satu pokok bidang tugas yang akan dibuat bagan

prosedurnya.

Selanjutnya harus dibuat dan dijelaskan daftar dari tiap – tiap

detail pekerjaan yang harus dilakukan berikut lamanya waktu yang

diperlukan untuk melaksanakan bidang tugas yang termaksud.

- Dalam penetapan tahap demi tahap dalam rangkaian pekerjaan maka

antara tahap yang satu dengan tahap berikutnya harus betul – betul

terdapat saling hubungan yang sangat erat yang keseuruhannya

menuju kea rah satu tujuan.

- Dan tiap – tiap tahap itu harus betul – betul merupakan suatu

kerja yang nyata dan perlu untuk pelaksanaan dan penyelesaian

seluruh tugas atau pekerjaan yang dimaksud.

- Harus ditetapkan pula skill atau kecakapan dan keterampilan

tenaga kerja yang diperlukan untuk penyelesaian bidang tugas

termaksud. Jadi ini dimaksudkan untuk tidak memperpanjang prosedur

kerja.

- Tata kerja, procedur kerja, dan system kerja itu harus disusun

sedemikian rupa sehingga memiliki stabilitas dan fleksibilitas..

- Perlu diperhatikan bahwa penyusunan system, prosedur, dan tata

kerja harus selalu disesuaikan dewngan kemajuan jaman dan

teknologi, jadi haru dijaaga updateednessnya.

- Untuk penggambaran tentang penerapan sesuatu prosedur tertentu

sebaiknya dipergunakan tanda – tanda atau symbol dan skema atau

bagan prosedur dengan setepat – tepatnya.

- Untuk menjamin tata kerja, prosedur kerja, dan system kerja yang

setepat – tepatnya, maka adanya buku – buku pedoman ( manuals )

tentang hal – hal itu mutlak perlu dipersiapkan.

Mengapa dalam tata kerja, system kerja, dan prosedur kerja harus

selalu disusun untuk memiliki sifat stabilitas dan fleksibilitas.

Jelaskan dan beri contoh!

: – Stabilitas

: maksudnya bahwa system, tata, dan prosedur kerja itu harus

mengandung unsur tetap sehingga menjamin kelancaran dan kemantapan

kerja.

- Fleksibilitas

: artinya bahwa dalam pelaksanaanya tidak kaku tetapi harus luwes

yaitu masih memungkinkan diadakannya saling pergantian tugas.

Contoh :

Salah seoerang tidak masuk atau kebetulan salah satu mesin macet,

maka pekerjaan harus tetap dapat terlaksana dan diselesaikan.

Jelaskan pengertian updateness suatu penyusunan system, prosedur

dan tata kerja!

: Bahwa tata kerja, system kerja, dan prosedur kerja harus selalu

mengikuti perkembangan ( up to date ) dan kemajuan jaman dan

teknologi.

| Leave a comment

Pengertian tata kerja organisasi

Pengertian tata kerja organisasi

Tata kerja

Tata kerja adalah pembentukan sebuah strutur kerja yang disusun dengan membentuk badan utama yang bertugas membuat skat-skat bagian dari sebuah organisasi atau anggota kelompok.

Organisasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Organisasi Kemahasiswaan di Lithuania

Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon – alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah unt tujuan bersama.

Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).

Definisi

Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.

  • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.

Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

Partisipasi

Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih. Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan. Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan.

Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan.

Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya berarti keterlibatan jasmaniah semata. Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan.

Unsur-unsur

Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi:

  1. Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
  2. Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
  3. Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.

Jenis-jenis

Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis partisipasi, yaitu sebagai berikut:

  1. Pikiran (psychological participation)
  2. Tenaga (physical partisipation)
  3. Pikiran dan tenaga
  4. Keahlian
  5. Barang
  6. Uang

Syarat-syarat

Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu .

  • Waktu. Untuk dapat berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan disini adalah untuk memahamai pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran serta.
  • Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan “memanjakan”, yang akan menimbulkan efek negatif.
  • Subyek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi dimana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi perhatiannnya.
  • Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalupun belum ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator.
  • Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik, misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami, sehingga tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil.
  • Para pihak yang bersangkutan bebas di dlam melaksanakan peran serta tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
  • Bila partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya didasarkan kepada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan pemaksaan atau penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini didasarkan kepada prisnsip bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif.

Partisipasi dalam organisasi menekankan pada pembagian atau tugas-tugas dalam melaksanakan kegiatannya dengan maksud meningkatkan efektif tugas yang diberikan secara terstruktur dan lebih jelas.

Bentuk-bentuk organisasi

  1. Organisasi politik
  2. Organisasi sosial
  3. Organisasi mahasiswa
  4. Organisasi olahraga
  5. Organisasi sekolah
  6. Organisasi negara

Referensi

  1. Keith Davis, Human Relations at Work, (New York, San Francisco, Toronto, London: 1962).Hlm.15-19
  2. Singarimbun, Masri dan Sofyan Efendi. 1976. Understanding Practice and Analysis. New York: Random House.Hlm. 132
  3. D, Ratna Wilis. 1996. Teori-Teori Belajar. Jakarta: Penerbit Erlangga.Hlm. 56
  4. Horton, Paul B. dan Chester L. Hunt. 1984. Sociology. Edisi keenam. International Student Edition. Tokyo: Mc.Graw-Hill Book Company Inc.Hlm. 89
  5. Stephen P.Robbins. Teori Organisasi Struktur, Desain, dan Aplikasi, (Jakarta: Arcan: 1994), hlm.4
  6. WS, Winkel. 1997. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : Gramedia.Hlm.75

sumber dari wikipedia.

| Leave a comment

INDONESIA

Indonesia

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.

Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.

Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, Bhinneka tunggal ika (“Berbeda-beda tetapi tetap satu”), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

Etimologi

Kata “Indonesia” berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti “Hindia” dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti “pulau”. Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk “Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu”. Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia (Indië); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda).

Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik. Adolf Bastian dari Universitas Berlin memasyarakatkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), yaitu ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers Bureau di tahun 1913.

Sejarah

Peninggalan fosil-fosil Homo erectus, yang oleh antropolog juga dijuluki “Manusia Jawa“, menimbulkan dugaan bahwa kepulauan Indonesia telah mulai berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu. Bangsa Austronesia, yang membentuk mayoritas penduduk pada saat ini, bermigrasi ke Asia Tenggara dari Taiwan. Mereka tiba di sekitar 2000 SM, dan menyebabkan bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan. Kondisi tempat yang ideal bagi pertanian, dan penguasaan atas cara bercocok tanam padi setidaknya sejak abad ke-8 SM, menyebabkan banyak perkampungan, kota, dan kerajaan-kerajaan kecil tumbuh berkembang dengan baik pada abad pertama masehi. Selain itu, Indonesia yang terletak di jalur perdagangan laut internasional dan antar pulau, telah menjadi jalur pelayaran antara India dan Cina selama beberapa abad. Sejarah Indonesia selanjutnya mengalami banyak sekali pengaruh dari kegiatan perdagangan tersebut.

Sejak abad ke-1 kapal dagang Indonesia telah berlayar jauh, bahkan sampai ke Afrika. Sebuah bagian dari relief kapal di candi Borobudur, k. 800 M.

Di bawah pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa kerajaan terbentuk di pulau Kalimantan, Sumatra, dan Jawa sejak abad ke-4 hingga abad ke-14. Kutai, merupakan kerajaan tertua di Nusantara yang berdiri pada abad ke-4 di hulu sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Di wilayah barat pulau Jawa, pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M berdiri kerajaan Tarumanegara. Pemerintahan Tarumanagara dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda dari tahun 669 M sampai 1579 M. Pada abad ke-7 muncul kerajaan Malayu yang berpusat di Jambi, Sumatera. Sriwijaya mengalahkan Malayu dan muncul sebagai kerajaan maritim yang paling perkasa di Nusantara. Wilayah kekuasaannya meliputi Sumatera, Jawa, semenanjung Melayu, sekaligus mengontrol perdagangan di Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Cina Selatan. Di bawah pengaruh Sriwijaya, antara abad ke-8 dan ke-10 wangsa Syailendra dan Sanjaya berhasil mengembangkan kerajaan-kerajaan berbasis agrikultur di Jawa, dengan peninggalan bersejarahnya seperti candi Borobudur dan candi Prambanan. Di akhir abad ke-13, Majapahit berdiri di bagian timur pulau Jawa. Di bawah pimpinan mahapatih Gajah Mada, kekuasaannya meluas sampai hampir meliputi wilayah Indonesia kini; dan sering disebut “Zaman Keemasan” dalam sejarah Indonesia.

Kedatangan pedagang-pedagang Arab dan Persia melalui Gujarat, India, kemudian membawa agama Islam. Selain itu pelaut-pelaut Tiongkok yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang beragama Islam, juga pernah menyinggahi wilayah ini pada awal abad ke-15. Para pedagang-pedagang ini juga menyebarkan agama Islam di beberapa wilayah Nusantara. Samudera Pasai yang berdiri pada tahun 1267, merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia.

Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka menemukan beberapa kerajaan yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi mendominasi perdagangan rempah-rempah. Portugis pertama kali mendarat di dua pelabuhan Kerajaan Sunda yaitu Banten dan Sunda Kelapa, tapi dapat diusir dan bergerak ke arah timur dan menguasai Maluku. Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka, Timor Portugis). Pada masa itulah agama Kristen masuk ke Indonesia sebagai salah satu misi imperialisme lama yang dikenal sebagai 3G, yaitu Gold, Glory, and Gospel. Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II, awalnya melalui VOC, dan kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke-19.

Johannes van den Bosch, pencetus Cultuurstelsel.

Di bawah sistem Cultuurstelsel (Sistem Penanaman) pada abad ke-19, perkebunan besar dan penanaman paksa dilaksanakan di Jawa, akhirnya menghasilkan keuntungan bagi Belanda yang tidak dapat dihasilkan VOC. Pada masa pemerintahan kolonial yang lebih bebas setelah 1870, sistem ini dihapus. Setelah 1901 pihak Belanda memperkenalkan Kebijakan Beretika, yang termasuk reformasi politik yang terbatas dan investasi yang lebih besar di Hindia-Belanda.

Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang menguasai Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada tahun 1942, Jepang melihat bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan yang kooperatif dan bersedia mengerahkan prajurit bila diperlukan. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara diberikan penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943.

Soekarno, presiden pertama Indonesia.

Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite untuk kemerdekaan Indonesia. Setelah perang Pasifik berakhir pada tahun 1945, di bawah tekanan organisasi pemuda, Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Setelah kemerdekaan, tiga pendiri bangsa yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir masing-masing menjabat sebagai presiden, wakil presiden, dan perdana menteri. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda mengirimkan pasukan mereka.

Usaha-usaha berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenal oleh orang Belanda sebagai ‘aksi kepolisian’ (Politionele Actie), atau dikenal oleh orang Indonesia sebagai Agresi Militer. Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka pada 27 Desember 1949 sebagai negara federal yang disebut Republik Indonesia Serikat setelah mendapat tekanan yang kuat dari kalangan internasional, terutama Amerika Serikat. Mosi Integral Natsir pada tanggal 17 Agustus 1950, menyerukan kembalinya negara kesatuan Republik Indonesia dan membubarkan Republik Indonesia Serikat. Soekarno kembali menjadi presiden dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden dan Mohammad Natsir sebagai perdana menteri.

Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai mengikuti sekaligus merintis gerakan non-blok pada awalnya, kemudian menjadi lebih dekat dengan blok sosialis, misalnya Republik Rakyat Cina dan Yugoslavia. Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi militer terhadap negara tetangga, Malaysia (“Konfrontasi“), dan ketidakpuasan terhadap kesulitan ekonomi yang semakin besar. Selanjutnya pada tahun 1965 meletus kejadian G30S yang menyebabkan kematian 6 orang jenderal dan sejumlah perwira menengah lainnya. Muncul kekuatan baru yang menyebut dirinya Orde Baru yang segera menuduh Partai Komunis Indonesia sebagai otak di belakang kejadian ini dan bermaksud menggulingkan pemerintahan yang sah serta mengganti ideologi nasional menjadi berdasarkan paham sosialis-komunis. Tuduhan ini sekaligus dijadikan alasan untuk menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden Soekarno.

Hatta, Sukarno, dan Sjahrir, tiga pendiri Indonesia.

Jenderal Soeharto menjadi presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara dari ancaman komunisme. Sementara itu kondisi fisik Soekarno sendiri semakin melemah. Setelah Soeharto berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh, sementara masih banyak lagi warga Indonesia yang sedang berada di luar negeri, tidak berani kembali ke tanah air, dan akhirnya dicabut kewarganegaraannya. Tiga puluh dua tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru, sementara masa pemerintahan Soekarno disebut Orde Lama.

Soeharto menerapkan ekonomi neoliberal dan berhasil mendatangkan investasi luar negeri yang besar untuk masuk ke Indonesia dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, meski tidak merata. Pada awal rezim Orde Baru kebijakan ekomomi Indonesia disusun oleh sekelompok ekonom lulusan Departemen Ekonomi Universitas California, Berkeley, yang dipanggil “Mafia Berkeley“. Namun, Soeharto menambah kekayaannya dan keluarganya melalui praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi demonstrasi besar-besaran dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun 1998.

Dari 1998 hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden: Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Pada tahun 2004 pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan dan dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono.

Indonesia kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik dan pertikaian bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah berusaha untuk mendapatkan kemerdekaan, terutama Papua. Timor Timur akhirnya resmi memisahkan diri pada tahun 1999 setelah 24 tahun bersatu dengan Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi PBB menjadi negara Timor Leste.

Pada Desember 2004 dan Maret 2005, Aceh dan Nias dilanda dua gempa bumi besar yang totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. (Lihat Gempa bumi Samudra Hindia 2004 dan Gempa bumi Sumatra Maret 2005.) Kejadian ini disusul oleh gempa bumi di Yogyakarta dan tsunami yang menghantam Pantai Pangandaran dan sekitarnya, serta banjir lumpur di Sidoarjo pada 2006 yang tidak kunjung terpecahkan

Politik dan pemerintahan

Indonesia menjalankan pemerintahan republik presidensial multipartai yang demokratis. Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

MPR pernah menjadi lembaga tertinggi negara unikameral, namun setelah amandemen ke-4 MPR bukanlah lembaga tertinggi lagi, dan komposisi keanggotaannya juga berubah. MPR setelah amandemen UUD 1945, yaitu sejak 2004 menjelma menjadi lembaga bikameral yang terdiri dari 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang merupakan wakil rakyat melalui Partai Politik, ditambah dengan 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang merupakan wakil provinsi dari jalur independen. Anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilu dan dilantik untuk masa jabatan lima tahun. Sebelumnya, anggota MPR adalah seluruh anggota DPR ditambah utusan golongan dan TNI/Polri. MPR saat ini diketuai oleh Taufiq Kiemas. DPR saat ini diketuai oleh Marzuki Alie, sedangkan DPD saat ini diketuai oleh Irman Gusman.

Lembaga eksekutif berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet. Kabinet di Indonesia adalah Kabinet Presidensial sehingga para menteri bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai politik yang ada di parlemen. Meskipun demikian, Presiden saat ini yakni Susilo Bambang Yudhoyono yang diusung oleh Partai Demokrat juga menunjuk sejumlah pemimpin Partai Politik untuk duduk di kabinetnya. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pemerintahan mengingat kuatnya posisi lembaga legislatif di Indonesia. Namun pos-pos penting dan strategis umumnya diisi oleh menteri tanpa portofolio partai (berasal dari seseorang yang dianggap ahli dalam bidangnya).

Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amandemen UUD 1945 dijalankan oleh Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Konstitusi, termasuk pengaturan administrasi para hakim. Meskipun demikian keberadaan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tetap dipertahankan.

Pembagian administratif

Indonesia saat ini terdiri dari 33 provinsi, lima di antaranya memiliki status yang berbeda. Provinsi dibagi menjadi 399 kabupaten dan 98 kota yang dibagi lagi menjadi kecamatan dan lagi menjadi kelurahan, desa, gampong, kampung, nagari, pekon, atau istilah lain yang diakomodasi oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Tiap provinsi memiliki DPRD Provinsi dan gubernur; sementara kabupaten memiliki DPRD Kabupaten dan bupati; kemudian kota memiliki DPRD Kota dan walikota; semuanya dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilu dan Pilkada. Bagaimanapun di Jakarta tidak terdapat DPR Kabupaten atau Kota, karena Kabupaten Administrasi dan Kota Administrasi di Jakarta bukanlah daerah otonom.

Provinsi Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, Papua Barat, dan Papua memiliki hak istimewa legislatur yang lebih besar dan tingkat otonomi yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya. Contohnya, Aceh berhak membentuk sistem legal sendiri; pada tahun 2003, Aceh mulai menetapkan hukum Syariah. Yogyakarta mendapatkan status Daerah Istimewa sebagai pengakuan terhadap peran penting Yogyakarta dalam mendukung Indonesia selama Revolusi. Provinsi Papua, sebelumnya disebut Irian Jaya, mendapat status otonomi khusus tahun 2001. DKI Jakarta, adalah daerah khusus ibukota negara. Timor Portugis digabungkan ke dalam wilayah Indonesia dan menjadi provinsi Timor Timur pada 1979–1999, yang kemudian memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara Timor Leste.

Geografi

Indonesia adalah negara kepulauan di Asia Tenggara yang memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, sekitar 6.000 di antaranya tidak berpenghuni, yang menyebar disekitar khatulistiwa, yang memberikan cuaca tropis. Posisi Indonesia terletak pada koordinat 6°LU – 11°08′LS dan dari 95°’BB – 141°45′BT serta terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia/Oseania.

Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km². Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, dimana setengah populasi Indonesia bermukim. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km², Sumatera dengan luas 473.606 km², Kalimantan dengan luas 539.460 km², Sulawesi dengan luas 189.216 km², dan Papua dengan luas 421.981 km². Batas wilayah Indonesia diukur dari kepulauan dengan menggunakan territorial laut: 12 mil laut serta zona ekonomi eksklusif: 200 mil laut, searah penjuru mata angin, yaitu:

Pendidikan

Sesuai dengan konstitusi yang berlaku, yaitu berdasarkan UUD 1945 pasal 31 ayat 4 dan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, bahwa pemerintah Indonesia baik pusat maupun daerah mesti mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN dan APBD diluar gaji pendidik dan biaya kedinasan. Namun pada tahun 2007 alokasi yang disediakan tersebut baru sekitar 17.2 %, jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara Malaysia, Thailand dan Filipina yang telah mengalokasikan anggaran untuk pendidikan lebih dari 28 %.

Ekonomi

Sistem ekonomi Indonesia awalnya didukung dengan diluncurkannya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) yang menjadi mata uang pertama Republik Indonesia, yang selanjutnya berganti menjadi Rupiah.

Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan nasionalisme ekonomi. Pemerintah yang belum berpengalaman, masih ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat banyak. Hal tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan pada ekonomi negara.

Uang rupiah.

Pemerintahaan Orde Baru segera menerapkan disiplin ekonomi yang bertujuan menekan inflasi, menstabilkan mata uang, penjadualan ulang hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuan dan investasi asing. Pada era tahun 1970-an harga minyak bumi yang meningkat menyebabkan melonjaknya nilai ekspor, dan memicu tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata yang tinggi sebesar 7% antara tahun 1968 sampai 1981. Reformasi ekonomi lebih lanjut menjelang akhir tahun 1980-an, antara lain berupa deregulasi sektor keuangan dan pelemahan nilai rupiah yang terkendali, selanjutnya mengalirkan investasi asing ke Indonesia khususnya pada industri-industri berorientasi ekspor pada antara tahun 1989 sampai 1997 Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu yang disertai pula berakhirnya masa Orde Baru dengan pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998.

Gedung pusat Bank Indonesia.

Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2004 dan 2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan terus berlanjut. Namun demikian, dampak pertumbuhan itu belum cukup besar dalam mempengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%. Perkiraan tahun 2006, sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, dan terdapat 49,0% masyarakat yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$ 2 per hari.

Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga, dan emas. Indonesia pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah, dan karet. Sektor jasa adalah penyumbang terbesar PDB, yang mencapai 45,3% untuk PDB 2005. Sedangkan sektor industri menyumbang 40,7%, dan sektor pertanian menyumbang 14,0%. Meskipun demikian, sektor pertanian mempekerjakan lebih banyak orang daripada sektor-sektor lainnya, yaitu 44,3% dari 95 juta orang tenaga kerja. Sektor jasa mempekerjakan 36,9%, dan sisanya sektor industri sebesar 18,8%.

Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara jirannya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia.

Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan. Lembaga Transparency International menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-143 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi, yang dikeluarkannya pada tahun 2007.

 

| Leave a comment

warga negaraan

WARGANEGARAAN

warganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam kesatuan negara yang bersangkutan yang mempunyai hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan apapun dalam negara. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga negara. Seorang warga negara berhak memiliki paspor/kartu identitas dari negara yang dianggotainya.
Kewarganegaraan merupakan bagian dari konsep kewargaan. Di dalam pengertian ini, warga suatu kota atau kabupaten disebut sebagai warga kota atau warga kabupaten, karena keduanya juga merupakan satuan politik. Dalam otonomi daerah, kewargaan ini menjadi penting, karena masing-masing satuan politik akan memberikan hak (biasanya sosial) yang berbeda-beda bagi warganya. Masing-masing berhak mewujudkan kemajuan atas taraf hidupnya.
Kewarganegaraan memiliki kemiripan dengan kebangsaan Yang membedakan adalah hak-hak untuk aktif dalam politik. Ada kemungkinan untuk memiliki kebangsaan tanpa menjadi seorang warga negara (contoh, secara hukum merupakan subyek suatu negara dan berhak atas perlindungan tanpa memiliki hak berpartisipasi dalam politik). Juga dimungkinkan untuk memiliki hak politik tanpa menjadi anggota bangsa dari suatu negara.
Status kewarganegaraan memiliki implikasi hak dan kewajiban. Dalam filosofi “kewarganegaraan aktif”, seorang warga negara disyaratkan untuk menyumbangkan kemampuannya bagi perbaikan komunitas melalui partisipasi ekonomi, layanan publik, kerja sukarela, dan berbagai kegiatan serupa untuk memperbaiki penghidupan masyarakatnya. Sebagai warga Negara yang baik kita wajib untuk menjunjung tinggi martabat bangsa dan negara kita. Secara garis besar Indonesia adalah Negara yang menjunjung nilai kemanusiaan, maka kita sebagai makhluk social berhak membentuk suatu jalinan antar sesama manusianya. Agar nantinya dapat hidup berdampingan satu sama lain.

sumber :kompas

| Leave a comment